Cara Mencegah Darah Tinggi Yang Baik Dilakukan

Cara Mencegah Darah Tinggi Yang Baik Dilakukan

Samsungifa2011 – Hipertensi sering terjadi pada masyarakat Indonesia terutama mereka yang sudah lanjut usia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, 34,1 persen atau sepertiga penduduk mengalami hipertensi. Angka ini meningkat dibandingkan data Riskesdas lima tahun lalu. Seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darahnya ≥140 untuk tekanan sistolik dan ≥90 untuk tekanan diastolik. Sedangkan tekanan darah normal harus 120/80 mmHg.

Meski banyak orang mengalaminya, sayangnya tekanan darah tinggi sering diabaikan karena tidak menimbulkan gejala. Mereka yang didiagnosis biasanya mengetahui hal ini hanya setelah pemeriksaan. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol akan menyebabkan masalah serius pada organ lain seperti gagal ginjal, kebutaan, gangguan jantung dan stroke.

Cara Mencegah Darah Tinggi

Dengan insidensi yang tinggi dan kecenderungan yang meningkat, ditambah dengan ancaman komplikasi yang serius, hipertensi harus menjadi salah satu sumber perhatian. Untuk mencegah hipertensi, Anda disarankan melakukan hal berikut:

1. Latihan rutin

Olahraga teratur dapat mencegah tekanan darah tinggi, olahraga yang dianjurkan adalah jenis aerobik seperti jogging, renang, bersepeda atau senam. Olah raga teratur, minimal 30 menit, 3-5 kali seminggu. Dengan begitu, jantung akan lebih terlatih dan sehat sehingga hipertensi dapat dicegah dengan dr laser.

2. Kurangi dan batasi konsumsi makanan tinggi garam

Membatasi konsumsi garam juga dapat mencegah tekanan darah tinggi karena garam menahan cairan. Jika kelebihan kandungan dalam tubuh tinggi, cairan akan tertahan di pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan darah dan membebani jantung. Fast food, makanan beku dan makanan dengan MSG banyak merupakan sumber garam dan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak untuk menghindari tekanan darah tinggi.

3. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Cara mencegah tekanan darah tinggi juga bisa dilakukan dengan pola makan yang sehat, salah satunya memperbanyak asupan sayur dan buah. Buah-buahan yang diketahui dapat membantu mengontrol tekanan darah adalah buah beri, jambu biji, buah naga, pisang, delima, kiwi, persik, dan alpukat. Untuk sayuran Anda bisa menggunakan seledri. Seledri mengandung senyawa kemarin yang membantu menurunkan tekanan darah dan menyeimbangkan air dalam tubuh. Kandungan phthalides dan antikoagulan dalam seledri juga mengurangi risiko penggumpalan darah dan stroke, serta menurunkan kadar hormon stres. Jika tidak mengonsumsi seledri secara langsung, Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya melalui suplemen. Carilah suplemen seledri yang mengandung apigenin, yang dapat meredakan gejala hipertensi. Kandungan ini dapat mengendurkan pembuluh darah besar dengan meningkatkan produksi natrium oksida dan bertindak sebagai penghambat saluran kalsium untuk mencegah hipertensi. Sebelum meminumnya, konsultasikan dengan dokter Anda.

4. Menjaga berat badan ideal

Berdasarkan penelitian, seseorang yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas memiliki risiko tinggi terkena tekanan darah tinggi. Ini terkait dengan masalah metabolisme, yang juga terkait dengan diabetes dan kolesterol.

5. Istirahat yang cukup

Tanpa disadari, kurang tidur bisa menyebabkan tubuh mengalami stres. Tubuh juga memproduksi kortisol (hormon stres). Hormon ini menyebabkan tekanan darah, produksi gula dalam tubuh, produksi kolesterol dan produksi asam lambung meningkat. Semua efek ini akan meningkatkan tekanan darah Anda, jadi disarankan untuk istirahat yang cukup untuk mencegah tekanan darah tinggi.

6. Manajemen stres yang baik

Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, stres bisa menyebabkan tekanan darah naik. Jika terjadi terus menerus, efek tersebut akan menjadi permanen, sehingga bukan tidak mungkin hipertensi Anda akan terdiagnosis jika melakukan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu, sangat tepat untuk mencegah tekanan darah tinggi dengan manajemen stres. Tidak semua orang bisa lepas dari stres akibat pekerjaan, kehidupan, masalah keluarga atau hal lainnya. Namun, Anda harus bisa menangani stres dengan baik agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Hindari memikirkan masalah berulang-ulang. Kami menyarankan Anda menemukan akar masalah dan solusinya. Cari kesenangan, misalnya dengan berolahraga, melakukan hobi, atau sekadar minum kopi bersama teman sambil berbagi cerita.

7. Hindari merokok dan alkohol

Rokok dan alkohol meningkatkan risiko penumpukan plak di dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan. Akibatnya, tekanan darah bisa naik.

8. Pemeriksaan kesehatan rutin

Hipertensi dikatakan bisa berakibat fatal (silent killer) karena seringkali tidak menimbulkan gejala. Oleh karena itu, Anda sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin saat memasuki usia 30 tahun sebagai deteksi penyakit, salah satunya tekanan darah tinggi. Jika sudah terdeteksi sejak dini, Anda bisa melakukan pengobatan sejak dini agar bisa mencegah tekanan darah tinggi sejak dini sehingga risiko komplikasi bisa lebih rendah.

Hipertensi seringkali diabaikan karena seringkali tidak menunjukkan gejala. Namun dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, penyakit ini bisa dicegah.

Anda mungkin juga suka...